Selasa, 09 Desember 2014

bisnis usaha baju muslimah

Assalamu'alaikum wrb...




Pasar akan kebutuhan busana memang sangat besar, tidak terkecuali dengan busana muslim. Toh jika kita amati sudah mulai marak ditemukan banyak sekali perempuan perempuan yang menggunakan jilbab ataupun busana muslim entah itu untuk acara resmi maupun tidak resmi. Fenomena seperti inilah yang seharusnya bisa kita manfaatkan denga baik. Kemudian bagaimana kita memulai usaha ini? Pakah perlu tmepat dan lain sebagainya? menurut kami, pertama tentukan terlebih dahulu bahwa busana muslim ini akan dijual secara online ataupu offline. Jika online maka kita tidak perlu memikirkan tempat usahanya. Akan tetapi jika akan menjualnya secara offline maka pilihlah tempat dan lokasi yang strategis, atau kita juga bisa mengkolaborasikan kedua jenis tersebut sehingga mampu mendatangkan hasil yang maksimal.


Sering mencari tahu produk produk busana muslim terbaru, agar kita memiliki banyak pilihan yang bisa ditawarkan kepada para konsumen. Kita juga bisa mencari pusat pusat grosir baju busana muslim yang murah dan berkwalitas agar kita juga bisa mengincar segmen pasar menengah kebawah.


Demikianlah beberapa hal yang bisa kami bagi tentang bisnis busana muslim, semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan kita semua. Salam sukses.




jika Anda jeli, pasti bisa melihat bahwa baju muslim selalu laris dicari pembeli, terutama menjelang Lebaran. Apalagi, kini baju muslim didesain menarik sehingga tampak modis serta membuat cantik dan anggun si pemakai. Tak heran, bisnis yg satu ini selalu menggiurkan. Anda bisa menjual, mulai dari baju muslim, baju gamis, kerudung, hingga mukena.

Grosir vs Eceran


Jika punya modal besar, Anda bisa terjun sebagai penjual grosir. Artinya, Anda menjadi orang pertama yg membeli dari produsen dan menjualnya kembali dalam jumlah banyak pula. Keuntungannya, Anda bisa mendapatkan barang dgn harga sangat murah karena langsung dari sumber pertama. Namun, sebagai penjual grosir, Anda tak bisa mengambil untung terlalu besar. Pasalnya, yg terpenting bagi penjual grosir adalah barangnya terjual kembali dgn cepat. Alhasil, Anda hanya bisa mengambil keuntungan sekitar 10-15 persen.

Desain Sendiri

Buat Anda yg memiliki kemampuan mendesain, Anda bisa terjun sebagai penjual sekaligus produsen (membuat sendiri produk yg akan Anda jual). Untuk memproduksi sendiri, Anda tak perlu memiliki konveksi sendiri kok. Anda bisa menggunakan sistem makloon. Dgn sistem ini Anda cukup menyediakan desain dan bahan.

Harga Terjangkau

Langkah selanjutnya adalah menentukan segmen yg disasar, apakah Anda hanya akan menjual busana muslim, baju gamis khusus perempuan, anak-anak, lelaki dewasa, atau campuran dari semua itu. Jika Anda berjualan di kios mal, spesifikasi produk bisa lebih meningkat penjualan.

Tren Mode

Yg perlu diperhatikan, baik sebagai penjual maupun produsen, Anda harus memiliki kemampuan melihat tren. Bahkan, akan lebih baik jika Anda bisa menciptakan tren sendiri. Mengapa? Karena pakaian merupakan produk yg selalu berubah desainnya dari waktu ke waktu.

Kulakan ke sentra

Hal wajib lain yg perlu dicatat adalah tempat mendapatkan barang berkualitas dgn harga murah (jika Anda tidak memproduksi barang sendiri). Anda bisa membelinya langsung di sentra pakaian murah yg banyak berada di kawasan Kawalu (Tasikmalaya) dan Soreang (Bandung), Jawa Barat, dll.

Senin, 24 November 2014

    Asaalamu'alaikum w.r.b.....
  Salam sejahtera bagi kita semua, puja dan puji syukur kami panjatkan kehadiran illahi rabbi..
 Saya mahasiswa ekonomi islam d salah satu perguruan tinggu d banten, disini saya akan mencoba membuat tahapan-tahapan dan siklus membuat bisnia offline. Ada beberapa tahapan jika ingin bisnia yang kita jalankan bisa berjalan baik dan  efektif seperti yang kita inginkan. Dalam contoh ini saya akan mengambil contoh usaha bakso cinta, tahapan yang harus d lakukan:

1. Identifikasi project tersebut (apa saja kebutuhan dari identifikasi): dalam project bakso cinta ini saya membutuhkan tempat/kedai bakso yg strategis, karyawan yg ahli dalam bidangnya masing2, bahan-bahan yang dibutuhkan seperti daging sapi segar, sayuran;daun sesin, mie kuning, mie bihun, mie soun, dsb.

2. Analisis project tersebut (apa saja yang didapat dari analisis berdasarkan survey lapangan).